Cara Merawat Baterai Tanam Smartphone Android

Cara Merawat Baterai Tanam Smartphone Android – Smartphone android dengan baterai tanam memiliki sejumlah kelebihan. Namun disisi lain, terdapat beberapa kekurangan salah satunya dari segi perbaikan jika terjadi kerusakan. Perbaikan baterai tanam haruslah melalui service center karena penggantian baterai harus menggunakan alat tertentu. Secara budget pun lebih besar dibandingkan perbaikan baterai removable. Maka dari itu sebisa mungkin baterai tanam di smartphone harus dijaga keawetannya. Merawat baterai tanam sebenarnya sangat mudah.

Pada dasarnya baterai tanam akan mudah aus jika digunakan secara berlebihan. Misalnya sering mengalami overcharging, menggunakannya sampai habis, hingga kebiasaan menggunakan charger original. Hal tersebut akan membuat komponen baterai menjadi terganggu dan memiliki umur lebih pendek. Agar baterai tanam lebih awet, hemat biaya perbaikan dan tentunya dan berpengaruh pada kinerja smartphone anda, cobalah rawat dengan beberapa tips berikut ini.

Tips Merawat Baterai Tanam Smartphone

1. Hindari penggunaan baterai sampai habis

Jika sudah mendapat notifikasi baterai lemah (biasanya dibaah 20%) sebaiknya segera isi dayanya. Jangan ngotot menggunakan gadget sampai dayanya benar-benar habis. Hal ini akan membuat umur baterai lebih pendek. Sebab komponennya akan bekerja lebih keras dalam mengumpulkan daya. Efeknya baterai menjadi cepat aus jika hal tersebut kerap dilakukan dalam waktu yang sering.

2. Hindari overcharging

Terlalu lama melakukan pengisian baterai akan membuat kemampuan sel baterai menurun. Efeknya, baterai mudah kembung dan cepat aus. Bahkan overcharging di beberapa kasus bisa menyebabkan komponen meledak. Jika anda memiliki kebiasaan charging sebelum tidur, pastikan anda menyetel alarm untuk mengingatkan pengisian baterai.

3. Gunakan charger original

Charger original memiliki arus masuk yang tepat dengan kebutuhan baterai. Dengan charger tersebut, pengisian akan jauh lebih cepat dan stabil. Hindari sembarang menggunakan charger karena akan memperpendek umur baterai. Komponen baterai akan rusak jika smartphone anda kerap menggunakan charger KW karena arus daya yang dialirkannya tidak sesuai dengan kebutuhan.

4. Selalu cek suhu baterai

Beberapa kasus baterai smartphone meledak karena suhunya terlalu tinggi. Baterai smartphone memiliki suhu sangat panas dan tetap digunakan. Hal ini akan membuat aliran dayanya menjadi tidak stabil. Maka penting sekali selalu mengecek suhu baterai. Jika perangkat terasa mulai cepat panas, ada baiknya segera matikan gadget sebentar atau diamkan beberapa saat sampai suhunya stabil lagi.

5. Matikan ponsel ketika sedang di-charge

Umur baterai smartphone akan lebih panjang jika anda terbiasa mematikan ponsel saat pengisian. Tujuannya agar penerimaan arus tetap stabil. Tidak ada arus keluar dan masuk secara bersamaan. Hal ini juga bermanfaat mengurangi risiko panas serta tidak membuat komponen baterai cepat aus. Mematikan perangkat saat pengisian juga bermanfaat agar daya baterai lebih cepat penuh.

Demikian beberapa tips agar baterai tanam smartphone android tetap awet. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *